Friday, August 20, 2021

 

DHL PARCELCOPTER: MENGUBAH PENGIRIMAN SELAMANYA

Dengan banyaknya hype yang tidak realistis dalam industri drone, logistik merangkul teknologi inovatif sebagai opsi layanan pengiriman yang sangat nyata.

Industri teknologi drone dipenuhi dengan hype yang tidak realistis karena pengusaha yang terlalu bersemangat dan perusahaan berbasis drone yang sudah mapan terlalu banyak berjanji pada teknologi inovatif mereka. Misalnya Zano, yang menyebabkan kehebohan sehingga menjadi kampanye Kickstarter paling sukses di Eropa. Perusahaan Inggris Torquing Group meluncurkan proyek Kickstarter untuk mengumpulkan dana dari drone seukuran telapak tangan empat baling-baling yang dimaksudkan untuk menyediakan video udara. Mereka mengumpulkan US $ 3,6 juta. Itu juga, adalah produk dari klip promosi yang dibuat dengan baik yang menunjukkan drone secara otonom mengikuti penggunanya dan dikendalikan dengan gerakan sederhana. Torquing kemudian mengumumkan tidak akan membangun Zano.

Ya, proyek dan prototipe drone yang tak terhitung jumlahnya telah datang dan pergi, tetapi satu telah berkembang menjadi kasus bisnis nyata: layanan pengiriman drone untuk industri logistik masa depan. Betul sekali. Tukang pos terbang ada di sini, dan dia sudah mengirimkan paket melalui udara ke daerah terpencil atau sulit dijangkau - menambahkan 'dimensi ketiga' ke jaringan pengiriman multimoda. Teknologi drone telah dicoba dan diuji dan sekarang siap untuk mengubah pengiriman paket seperti yang kita kenal.

DHL Parcelcopter

DHL adalah penyedia layanan parsel pertama di dunia yang secara langsung mengintegrasikan parcelcopter secara logistik ke dalam rantai pengirimannya. Pada tahun 2016, perusahaan berhasil menyelesaikan uji coba tiga bulan yang membuat Parcelcopter generasi ketiganya melakukan pengiriman otonom sepenuhnya melalui angin dan salju di Pegunungan Alpen Bavaria untuk pelanggan di dua komunitas pegunungan.

Dunia pertama ini dimungkinkan melalui pengembangan sistematis dan pengujian teknologi secara menyeluruh - proyek penelitian dan inovasi besar jangka panjang yang dianugerahi German Mobility Prize pada 2016. Sejak penerbangan perdananya pada Desember 2013 - yang kemudian disebut 'Quadrocopter'. 'mengangkut paket kecil satu kilometer dari tepi timur sungai Rhine ke kantor pusat perusahaan DHL di tepi barat - Parcelcopter telah dimodifikasi dan dioptimalkan untuk mengatasi kondisi yang lebih menantang dalam operasi pengiriman nyata.

Tantangan pertama datang pada kuartal keempat tahun 2014, ketika Parcelcopter 2.0 diluncurkan dalam proyek percontohan unik di Pulau Juist Laut Utara. Ini adalah pertama kalinya obat-obatan dan barang-barang lain yang sangat dibutuhkan dikirim melalui laut terbuka, dan itu juga pertama kalinya di Eropa penerbangan dengan pesawat tak berawak dioperasikan di luar bidang visi pilot dalam misi kehidupan nyata.

 

Parcelcopter 2.0 memiliki jangkauan yang lebih jauh dan dilengkapi untuk menangani kondisi angin dan cuaca laut di Laut Utara. Selama pengujian, itu membuat penerbangan reguler 12-km dari daratan ke Juist yang sepenuhnya otomatis, meskipun terus-menerus dipantau oleh tim di darat. Bepergian pada ketinggian 50m dan kecepatan hingga 18m / s, 'helikopter kebanyakan melakukan pengiriman ekspres ke apotek selama seminggu - dan pada akhir pekan saat alternatif seperti feri dan penerbangan tidak tersedia. Hasilnya: pelanggan dapat mengisi resep dan menerima obat darurat jauh lebih cepat daripada metode pengiriman tradisional.

Pada musim semi 2016, generasi berikutnya mendemonstrasikan lompatan besar dalam teknologi dan kapabilitas. Sekarang pesawat sayap miring (pikirkan miniatur V-22 Osprey) dan dua kali lipat ukuran pendahulunya, Parcelcopter 3.0 adalah UAV otonom yang mampu membawa muatan hingga 2kg dan melaju dengan kecepatan sekitar 70km / jam. Dalam uji coba tiga bulan, drone canggih ini berhasil diintegrasikan ke dalam bisnis pengiriman parsel DHL. 

Prestasi ini juga dimungkinkan oleh inovasi lain: 'Parcelcopter Skyport' - sistem bongkar muat paket yang sepenuhnya otomatis berdasarkan teknologi Packstation DHL dan dikembangkan secara khusus untuk proyek penelitian ini. Pelanggan pribadi di resor ski Bavaria di Reit im Winkl dan di dataran tinggi pegunungan Winklmoosalm diundang untuk menguji Packstation yang dikembangkan secara khusus. 

Selama uji coba, mereka cukup memasukkan kiriman mereka ke Skyport untuk memulai pengiriman dan pengiriman otomatis oleh Parcelcopter. Secara keseluruhan, drone melakukan 130 perjalanan dari Reit im Winkl ke Winklmoosalm, terbang kira-kira 8km dan hingga 1.200m di atas permukaan laut. Pengiriman dilakukan dalam waktu delapan menit lepas landas, perjalanan yang memakan waktu 30 menit dengan mobil di musim dingin.

Lihatlah beberapa prototipe pekerjaan lain yang sedang dalam proses yang bertujuan untuk menjadi masa depan logistik dan transportasi.

Siap untuk arus utama

Saat ini, Parcelcopter dan Skyports yang inovatif dirancang untuk mengirimkan paket di daerah yang sulit dijangkau. Pada akhirnya tujuannya adalah untuk menyediakan layanan pengiriman drone di hari yang sama di kota-kota besar. Parcelcopter 3.0 telah berhasil mewujudkan semua perbaikan teknis dan berbasis proses yang diperlukan untuk melakukan uji lapangan di daerah perkotaan.

“Dengan kombinasi pemuatan dan pembongkaran yang sepenuhnya otomatis ini serta peningkatan beban transportasi dan jangkauan Parcelcopter kami, kami telah mencapai tingkat kematangan teknis dan prosedural yang pada akhirnya memungkinkan uji coba lapangan di daerah perkotaan,” kata Jürgen Gerdes, Dewan Manajemen Anggota Post, eCommerce - Parcel di Deutsche Post DHL Group.

Satu hal yang pasti: teknologi drone memiliki peran penting untuk masa depan logistik. DHL Parcelcopter adalah bukti konsep yang mengesankan - teknologi nyata yang menjadi kenyataan saat ini daripada visi masa depan yang dihasilkan komputer yang dimaksudkan untuk menyampaikan sensasi media.

“Kami sangat yakin bahwa parcelcopter telah memungkinkan kami untuk menciptakan nilai tambah yang nyata di bidang logistik. Di masa mendatang, hal ini dapat berupa pengiriman persediaan medis darurat atau pengiriman ke wilayah yang terletak di lokasi geografis yang menantang, ”tambah Gerdes. “Parcelcopter bisa dibilang memungkinkan kami untuk menawarkan orang-orang di daerah seperti jenis akses baru ke fleksibel dan, yang paling penting, pengiriman dan pengiriman barang yang cepat."

 

Singkatnya: Tukang pos terbang ini adalah inovasi nyata dalam logistik dan siap untuk arus utama.

Saturday, December 14, 2019

Digital HR Platform, People, and Work

Digital HR Platform, People, and Work

Apa itu Digital HR ?

Digital HR adalah sebuah proses pengoptimalan dimana teknologi sosial, seluler, dan analisis yang di manfaatkan untuk membuat SDM lebih efisien, efektif, dan terhubung. Dengan kata lain, ini adalah perubahan tektonik dalam cara fungsi SDM. 

Menurut Dave Ulrich perjalanan SDM digital perusahaan mana pun melibatkan 4 fase :
  • Efisiensi SDM, dalam fase ini perusahaan berinvestasi dan membangun platform teknologi secara efisien mengelola proses SDM, sering melalui penyedia teknologi SDM yang ada
  • Efektivitas SDM, dalam fase ini teknologi digunakan untuk meningkatkan praktik pada orang (staf, pelatih), manajemen kinerja, komunikasi, dan pekerjaan
  • Informasi, dalam fase ini informasi dibagikan untuk dampak bisnis. Data dapat diakses, data internal dikombinasikan dengan data eksternal, dan analisis orang digunakan untuk menciptakan wawasan yang relevan dengan bisnis.
  • Koneksi / pengalaman, pada fase terakhir, HR digital dimanfaatkan untuk membuat koneksi antara orang-orang. Jejaring sosial dimanfaatkan pengalaman antar manusia diciptakan, dan teknologi memungkinkan memiliki perasaan yang lebih kuat.
Bagaimana Digital HR mengubah SDM ?
  • Gunakan data dan analisis
Perlahan tapi pasti, SDM mulai memahami nilai yang dapat ditambahkan analitik data ke bisnis. Pemilihan, pembelajaran & pengembangan (L & D), keterlibatan karyawan, sebut saja; ada teknologi SDM di luar sana untuk mengukur setiap bagian dari siklus hidup karyawan. Namun, pertanyaannya adalah apakah ada cukup banyak profesional SDM di luar sana yang dapat memahami data ini.
  • Rekrutmen bukti dimasa depan
Pengalaman seluler (aplikasi) yang lancar, proses pemilihan awal berbasis data dan program onboarding berbasis AI yang dipersonalisasi. Ini hanya beberapa dari sekian banyak contoh tentang bagaimana perekrutan digitalisasi.
  • Tingkatkan pengalaman karyawan

Untuk karyawan abad ke-21, garis antara kehidupan profesional dan pribadi mereka menjadi kabur. Ya, mereka akan memeriksa akun media sosial mereka selama jam kantor, tetapi mereka akan sama-sama memeriksa email pekerjaan mereka selama akhir pekan. Dengan demikian, mereka berharap diperlakukan sebagai pelanggan dan mereka ingin majikan mereka memberi mereka pengalaman pengguna yang sama ketika datang ke lingkungan kerja digital.
  • Tawarkan self-service tools kepada karyawan

Yang ini sejalan dengan pengalaman karyawan yang ditingkatkan tetapi berfokus pada sisi SDM itu. Sama seperti karyawan ingin dapat memilih bagaimana dan kapan mereka mengelola email dan beban kerja profesional mereka, mereka ingin mengelola data SDM mereka.
  • Bersaing dalam perang untuk bakat

Milenial dan generasi Z - dengan kata lain, tenaga kerja (masa depan) - secara konstan terhubung ke media sosial dan terpaku pada ponsel mereka. Perusahaan yang menggunakan teknologi digital ini untuk berbagai keperluan SDM - misalnya sumber, pemilihan awal dan pembelajaran & pengembangan - memiliki keunggulan kompetitif yang signifikan ketika datang untuk merayu generasi pekerja yang menuntut ini.

Friday, November 29, 2019

Summary Kunjungan Ilmiah ke PT CIPTA KRIDA BAHARI (CKB)

Summary
Kunjungan Ilmiah ke PT Cipta Krida Bahari
pada tanggal 18 November 2019


Perkenalkan nama saya Reza Arya Pratama mahasiswa dari ITL Trisakti Angkatan 2018 sedang mendapat mata kuliah manajemen pergudangan yang diajar oleh Bapak R.Didiet Rachmat Hidayat,A.Md, SE, M.Si, CSLP. Tentu dengan mata kuliah tersebut membahas tentang pergudangan mulai dari proses masuknya barang ( inbound) sampai proses keluarnya barang (outbound), pada kali ini kelas saya yaitu MLM C 2018 berkesempatan berkunjung ke satu perusahaan ternama yaitu PT. Cipta Krida Bahari atau biasa orang mengenalnya adalah CKB dengan slogannya yaitu Integrated Logistic Service. Disana kami dikumpulkan dalam satu ruang seperti ruang untuk meeting dan diberi pengetahuan seputar sejarah PT.Cipta Krida Bahari, yang awalnya adalah Trakindo kemudian baru terbentuk PT.CKB itu sendiri pada tanggal 9 mei 1997 dan terus berkembang sampai saat ini. Selain sejarah dijelaskan juga tentang apa saja sih jasa yang disediakan oleh perusahaan CKB sendiri, mulai dari Freight Management, Project Logistics, Warehouse Management Bonded, Logistics Center Remote Site / Supply Base Services, Port Management, Industrial Shipping, Dry Bulk Logistics. Yang sangat ditekankan dalam kunjungan ini adalah jasa PT CKB sebagai pusat logistic berikat atau Warehouse Management Bonded. Berikut adalah foto-foto kegiatan di PT. Cipta Krida Bahari.






Saturday, October 12, 2019

ITL TRISAKTI

ALASAN MEMILIH KAMPUS ITL TRISAKTI


Saat saya ingin lulus SMA saya bingung mau melanjutkan kuliah dimana, melihat teman-teman yang ingin melanjutkan ke Perguruan Tinggi Negri (PTN), saya juga ingin melanjutkan kuliah di negri, pada saat itu saya direkomendasikan oleh ibu saya di UIN Jakarta. Namun ketika ada promosi kampus swasta ITL Trisakti menarik perhatian saya, karena pada saat itu dia menjelaskan tentang alamat kampus serta jurusan-jurusan yang ada di ITL Trisakti tersebut. Saya tertarik akan jurusan logistik tersebut, lalu saya bilang ke ibu saya kalau saya ingin melanjutkan kuliah di ITL Trisakti. Ibu saya mensetujui karena ITL Trisakti dibawah naungan yayasan Trisakti, dimana orang-orang mengenal Trisakti memiliki citra yang baik dikalangan kampus-kampus swasta lainnya. Dan jurusan yang saya pilih yaitu Manajemen Logistik & Material memiliki akreditasi A yang membuat saya mantap untuk memilih ITL Trisakti.

ALASAN MEMILIH JURUSAN MANAJEMEN LOGISTIK & MATERIAL

Alasan pertama saya memilih jurusan manajemen logistik & material adalah karena jurusan tersebut sangat sedikit di Indonesia, sehingga menurut saya saingan saya di dunia kerja nanti akan sedikit. Selain itu logistik mulai diperhatikan dan mulai dibutuhkan banyak tenaga ahli yang kompeten. Setiap perusahaan pasti memerlukan ahli logistik untuk mengatur, menyimpan, dan mendistribusikan produk barang atau jasa mereka sampai ke tangan konsumen. Indonesia menilai, biaya logistik di Indonesia yang mencapai 24% dari total  PDB atau senilai Rp 1.820 triliun per tahun merupakan biaya logistik paling tinggi di dunia. Melihat biaya logistik indonesia yang sangat tinggi ini merupakan tanggung jawab bagi para lulusan jurusan logistik untuk memajukan dunia logistik di Indonesia.

KEGIATAN YANG AKAN DI IKUTI

Sebelum masuk kampus ITL Trisakti saya telah mengikuti PPBN (Pelatihan Pendahuluan Bela Negara) yang dilakukan di Pusdikintel Kodiklatad Bogor. Dan untuk UKM yang saya ikuti, saat ini saya belum mengikuti UKM mana pun. Tapi dalam waktu dekat saya ingin mengikuti Mastrans Radio, karena saya sangat sering mendengarkan radio dan ingin tau penyiaran radio lebih dalam.

FOTO KEGIATAN PPBN



RENCANA KERJA SETELAH LULUS DARI ITL TRISAKTI

Setelah saya lulus saya ingin bekerja sesuai dengan bidang dan ilmu yang saya miliki. Salah satunya adalah perusahaan Swedia yang menjual perabot untuk rumah tangga yaitu IKEA, sayang ingin bekerja di IKEA sebagai orang logistik. Dan selai IKEA saya juga ingin bekerja di PT. Kamadjaja Logistics.

Wednesday, October 2, 2019

WAREHOUSE INBOUND




Perancangan Ulang Tata Letak Gudang Inbound
Menggunakan
Throughput Based Dedicated Storage
(Studi kasus : PT. JNE Cabang Y)
Oleh :
Ibnu Sina Syahdani, Lely Herlina, M. Adha Ilhami
Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Gudang inbound PT. JNE cabang Y berfungsi sebagai tempat penyimpanan paket dari luar kota ke suatu daerah dalam kota. Gudang inbound PT. JNE cabang Y saat ini telah menggunakan slot tetap. Hal tersebut dikarenakan jumlah paket yang ditujukan pada slot tersebut (yang dikarenakan paket dalam area antar dan menjadi tugas seorang kurir), harus ditempatkan pada slot yang ditujukan. Selain itu, aturan jumlah tumpukkan tidak dibatasi. Permasalahan pada penerapan metode tata letak ini ialah bahwa penempatan posisi slot tidak mepertimbangkan aktivitas, jumlah tumpukkan dan secara random. Permasalahan tersebut merupakan salah satu dari variasi dari metode Dedicated Storage, yaitu Part Number Sequence Storage. Hasil observasi menunjukkan bahwa terdapat beberapa aktivitas tinggi ditempatkan pada jarak yang besar atau jauh dari pintu input-output. Oleh karena itu, dampak yang terjadi adalah total jarak tempuh semakin besar dan material handling cost pun akan semakin besar.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghitung, dan membandingkan Material Handling Cost pada kondisi existing dan usulan. Perancangan ulang tata letak pada permasalahan ini adalah dengan Throughput Based Dedicated Storage, yaitu dengan mempertimbangkan aktivitas terbesar terhadap penempatan posisi slot,serta penerapan alat bantu untuk keberlanjutan perancangan. Hasil penelitian berdasarkan perhitungan adalah total jarak tempuh Material Handling pada kondisi existing adalah sebesar 7.261,28 meter. Material Handling Cost pada kondisi existing sebesar Rp. 943.965,75.Total jarak tempuh Material Handling dan Material Handling Cost pada kondisi usulan 1 sebesar 7.076,48 meter  dan Rp. 919.941,75 per hari. Sementara pada kondisi usulan 2 adalah 4.934,48 meter dan Rp. 641.481,75 per hari.Selisih total jarak tempuh Material Handling dan Material Handling Costexisting dengan usulan 1 adalah 184,8 meter dan Rp. 24.024,00 per hari. Selisih total jarak tempuh Material Handling dan Material Handling Costexisting dengan usulan 2 adalah 2.326,8 meter dan Rp. 302.484,00 per hari. Selisih total jarak tempuh Material Handling dan Material Handling Cost usulan 1 dengan usulan 2 adalah 2.142 meter dan Rp. 278.460,00 per hari

Perancangan tata letak fasilitas gudang merupakan suatu persoalan yang penting, karena pabrik atau industri akan beroperasi dalam jangka waktu yang lama, maka dari itu,kesalahan dalam menganalisis dan merencanakan layout akan menyebabkan kegiatan produksi berlangsung tidak efektif atau tidak efisien. Perencanaan tata letak gudang merupakan salah satu tahap perencanaan fasilitas yang bertujuan untuk mengembangkan suatu sistem produksi yang efisien dan efektif sehingga dapat tercapai suatu proses produksi dengan biaya yang paling ekonomis. Studi mengenai pengaturan tata letak fasilitas, termasuk gudang seringkali berkaitan dengan minimasi total cost. Yang termasuk dalam elemen-elemen cost yaitu construction cost, installation cost, material handling cost, production cost, safety cost, dan in-process storage cost (Apple, 1990).

Membahas tentang gudang, juga tidak terlepas dengan Material Handling, yang merupakan salah satu jenis transportasi (pengangkutan) baik peletakan maupun pengambilan, dan bertujuan memindahkan bahan baku, barang setengah jadi, atau barang jadi dari tempat asal ketempat tujuan yang telah ditetapkan. Kegiatan Material Handling adalah kegiatan tidak produktif, karena pada kegiatan ini bahan tidaklah mendapat perubahan bentuk atau perubahan nilai, sehingga sebaiknya industri-industri manufaktur maupun jasa mengurangi kegiatan yang tidak efektif dan mencari ongkos Material Handling terkecil. Menghilangkan transportasi tidaklah mungkin dilakukan, maka dari itu yang dapat dilakukan adalah hand off.Hand off yang dimaksud adalah menekan jumlah ongkos transportasi, mekanisasi atau meminimasi jarak (Wignjosoebroto, 2003).

Material handling cost harus dipertimbangkan. Karena material handling cost bergantung pada total jarak tempuh. Total jarak tempuh dipengaruhi oleh aktivitas yang terjadi pada masing-masing slot. Dalam suatu saat masalah penempatan menjadi hal penting pada saat menempatkan produk pada slotatau blok yang disesuaikan dengan kriteria. Dalam kasus ini kriteria yang diberikan adalah meminimasi fungsi jarak perjalanan yang ditempuh, pada saat menyimpan dan retrieveproduk yang telah ditempatkan.



















STUDI DESKRIPTIF AKTIVITAS INBOUND OUTBOUND LOGISTIK
PADA UD SUMBER BARU DI JEMBER
Oleh :
Junita Komara
Manajemen/Fakultas Bisnis dan Ekonomika Universitas Surabaya


Pada saat ini perusahaan bersaing untuk pengelolaan aliran produk dan informasi dengan berusaha mengolah produk dengan baik sejak dari pemilihan bahan baku hingga produk telah siap dikonsumsi. Hal tersebut dapat dicapai dengan menciptakan model-model baru dalam pengelolaan aliran produk dan informasi (Supply Chain Management). Banyak perusahaan-perusahaan ternama
di dunia yang telah sukses dalam mengimplementasikan konsep-konsep Supply Chain Management seperti P & G, Wal-Mart, Hawlet Packard, IBM, Chrysler, Dell Computers dan Sun Microsystem adalah sebagian nama-nama perusahaan besar yang telah sukses meraup keuntungan besar atas kesuksesannya mengimplementasikan konsep-konsep Supply Chain Management. Dalam manajemen rantai pasokan terdapat aktivitas logistik. Aktivitas logistik meliputi proses perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian aliran yang efisien dan efektif dari barang atau jasa dan informasi terkait mulai dari titik asal sampai titik penggunaan untuk memenuhi keperluan pelanggan. Kegiatan utama logistic meliputi pengadaan, penyimpanan, persediaan, pengangkutan, pergudangan, pengemasan, keamanan, dan penanganan barang dan jasa baik dalam bentuk bahan baku, barang antara, dan barang jadi. Peran logistic dalam mencapai “lebih murah” adalah proses rekayasa ulang logistik untuk mengurangi biaya antara lain dengan pengaturan kapasitas, skala ekonomi, logistik ramping, dan pengurangan persediaan. Kinerja logistik mengukur keandalan dalam menjalankan peran dalam perusahaan untuk meningkatkan persaingan global dalam penguasaan pangsa pasar (Lodding, 2005; Wiendahl, 2002).
Menurut Bowersox (2013), lima area yang akan digambarkan dalam aktivitas Inbound dan Outbound logistik yakni:
1. Order Processing
Order processing adalah aktivitas untuk pemenuhan pesanan. Proses Order processing atau fasilitasnya biasanya disebut dengan distribution centers. Order processing umumnya digunakan untuk mendeskripsikan proses atau aliran kerja yang berhubungan dengan pengambilan, pengemasan, dan pengiriman barang.
2. Inventory
Menurut Chopra & Meidl (2004), “ inventory adalah semua raw material, work in process, dan finish good dalam sebuah supply chain. Inventory ini ada karena adanya perbedaan antara jumlah permintaan dan penawaran, yang digunakan untuk memenuhi permintaan di masa yang akan datang.”
3. Transportation
Transportasi adalah area operasional dari logistik yang memindahkan dan meletakkan persediaan di berbagai poin lokasi. Transportasi merupakan hal yang penting dan membutuhkan biaya sehingga transportasi membutuhkan perhatian dari managerial.
4. Warehousing, Materials Handling and Packaging
Warehousing, Materials Handling and Packaging merupakan bagian terintegrasi dari area logistik. Heragu (2008) mendefinisikan bahwa pergudangan merupakan suatu aktivitas yang membutuhkan waktu, tetapi tidak memberikan nilai tambah pada produk. Hal ini karena proses di pergudangan membutuhkan waktu dan tenaga sehingga menimbulkan biaya.

5. Facility Network Design
Facility network design adalah sebuah struktur dari operasi logistik yang kompleks yang meliputi sejak dari penentuan jumlah stok di setiap area konsumen, penentuan inventory, penentuan lokasi, penentuan kebutuhan akan peralatan logistik, material handling, pergudangan, hingga memproses permintaan konsumen.

















USULAN PERBAIKAN JALUR INBOUND DAN OUTBOUND UNTUK MENGATASI ANTRIAN (QUEUE) DI GUDANG 2 PT. WXY MENGGUNAKAN PENDEKATAN TEORI ANTRIAN DAN METOD SIMUASI
Oleh :
Rahmatya Dwi Arini Rahadina, Dida Diah Damayanti, Budi Santosa
Program studi Teknik Industri, Fakultas Rekayasa Industri, Universitas Telkom


PT. WXY adalah perusahaan distribusi yang mendistribusikan makanan, alat kesehatan, obat dan cosmetic. Dalam proses pendistribusiannya barangnya terdapat masalah antrian pelayanan pada mobil perusahaan PT. WXY yang mengakibatkan waktu rata-rata mengantri sebesar 1.25 jam pada gudang 2 PT. WXY dan keterlambatan pengiriman. Setelah melakukan observasi didapat gejala awal adalah akibat kurangnya fasilitas pintu. Pada gudang 2 PT. WXY hanya terdapat 1 buah pintu yang melayani 2 pelayanan yaitu inbound dan outbound.
Usulan penelitian yang ditawarkan adalah dengan penambahan satu server pintu dengan perkiraan pembangunan sebesar Rp 9.275.600 hasilnya menunjukkan dengan penambahan satu server pintu mampu menaikkan volume keberangkatan mobil perusahaan yang sebelumnya berjumlah 11 mobil per hari menjadi 16 mobil per hari.
PT. WXY adalah salah satu perusahaan distribusi obat dan makanan dan kegiatan utamanya adalah mendistribusikan barang yang diberikan supplier untuk didistribusikan ke customer berdasarkan fungsi dan perusahaan yang menjadi supplier gudang PT WXY dipisahkan menjadi dua bagian yaitu untuk obat, makanan ringan, dan alat kesehatan serta susu disimpan di gudang satu yang mayoritas barang yang disimpan berasal dari Parma dan kalbe sedangkan kosmetik obat hewan dan santan disimpan di gudang 2 yang mayoritas barang yang disimpan berasal dari PT CHB dan Veteriner.
Setelah melakukan pemodelan menggunakan aplikasi simulasi promodel dengan melakukan pemodelan dan penambahan satu server pintu pada gudang 2 menjadikan total pintu gudang menjadi 4 pintu memiliki peningkatan sebesar 45% sehingga 16 unit mobil perusahaan yang berhasil mendistribusikan per hari.












PENGEMBANGAN ORDER MANAGEMENT SYSTEM UNTUK MENDUKUNG PERBAIKAN PROSES BISNIS PENGELOLAAN PEMESANAN JASA INBOUND DAN OUTBOUND GUDANG DISERTAI AUDIT SYSTEM DEVELOPMENT LIFE CYCLE GUNA MENANGGULANGI RISIKO PENGEMBANGAN SISTEM
Oleh :
Budi Santosa, Rudi Theo Satrio Y, Jerrystama Abipradja, Dinda Sekar Putri
Program Studi Teknik Industri, Fakultas Rekayasa Industri, Telkom University
Link :
PT XYZ sebagai salah satu perusahaan yang bergerak di bidang jasa logistik. Dalam menjalankan layanan pergudangan, terdapat beberapa aktivitas yang terjadi seperti inbound dan outbound. Inbound adalah aktivitas masuknya barang ke gudang. Sedangkan outbound adalah aktivitas keluarnya barang dari gudang. Salah satu perusahaan yang menggunakan layanan pergudangan dari PT XYZ adalah PT DEF. PT DEF adalah salah satu perusahaan yang bergerak di bidang distribusi import barang. PT XYZ menyediakan layanan pergudangan untuk PT DEF yang terdiri dari pengelolaan barang, penyimpanan barang, perawatan barang, dan pengiriman barang. Dalam proses inbound dan outbound terdiri beberapa dokumen yang semuanya dikelola oleh PT XYZ, sehingga PT DEF hanya melakukan pelaporan ketika barang baru akan memasuki gudang (purchase order) dan ketika barang akan keluar gudang (sales order) melalui email, selain aktivitas tersebut, semuanya dikelola oleh PT XYZ. Presentase keterlambatan pelaporan dokumen PT DEF oleh PT XYZ pada bulan April adalah 5%. Hal ini mengindikasikan bahwa PT XYZ belum dapat memenuhi KPI yang telah ditetapkan. Dengan semakin tingginya tingkat keterlambatan pelaporan dokumen akan keterlambatan pengiriman, akan berdampak kepada menurunnya performansi terhadap service level yang ada.
Ketidak teraturan pengelolaan order pemesanan yang ada disebabkan oleh tiga faktor, yaitu :

      Faktor Manusia, kedisiplinan operator dan kurang pahamnya operator dilapangan alur proses yang ada menjadi penyebab yang pertama
      Metode yang digunakan, Penyebab yang kedua adalah metode pelaporan yang ada masih menggunakan cara yang tradisional yaitu masih melibatkan dokumen fisik. Selain itu tidak adanya metode yang baku mengenai cara pelaporan barang, menjadi salah satu penyebab terlambatnya proses pelaporan dokumen.
      Mesin, Penyebab ketiga adalah sistem jaringan komunikasi internet yang tidak stabil menyebabkan keterlambatan sampainya data ke kantor PT XYZ dan mesin printer yang digunakan juga mengalami kerusakan sehingga penghambat ketika melakukan pencetakan dokumen.
Order Management System(OMS). OMS berfungi untuk mengelola segala aktivitas yang berhubungan dengan order yang diterima oleh PT XYZ. Dengan OMS, pengelolaan orderakan menjadi lebih teratur, rapi dan terorganisasi dengan baik, sehingga mengurangi risiko kesalahan dan keterlambatan waktu dalam proses inbound dan outbound. Manfaat-manfaat yang akan diperoleh dengan penggunaan OMS :
1.     Meminimalisir Aktivitas Non-Value Added (NVA). OMS mengurangi aktivitas yang tidak memberikan nilai tambah yang menyebabkan waktu pengelolaan pesanan menjadi lama. Contohnya adalah pengecekan kedatangan pesanan atau dokumen yang tidak teratur, pengiriman informasi pesanan yang tidak terformat.
2.     Pemantauan status pesanan terkini. Fitur order monitoring yang diberikan oleh sistem, memungkinkan pengguna untuk mendapatkan informasi mengenai status pesanan secara terkini.
3.     Pengelolaan pesanan yang baik. Semua pesanan (inbound dan outbound) dalam satu hari termuara di dalam satu job order, sehingga pengguna yang berkepentingan dapat dengan mudah melakukan perekapan pesanan.
4.     Mengurangi penggunaan kertas. Dengan digunakannya OMS akan berakibat pada pengurangan aktivitas pencetakan dokumen fisik menggunakan kertas, sehingga efisiensi biaya dapat diperoleh.


Tuesday, May 7, 2019

MULTIMODA

Pengertian Multimoda
Transportasi Multimoda berdasarkan Sistranas didefinisikan:
 Angkutan barang dengan menggunakan paling sedikit 2 (dua) moda angkutan yang berbeda atas dasar 1 (satu) kontrak sebagai dokumen angkutan multimoda ke suatu tempat diterimanya barang oleh badan usaha angkutan multimoda ke suatu tempat yang ditentukan untuk penyerahan barang kepada penerima barang angkutan multimoda.
Angkutan Multimoda berdasarkan PP Nomor 8 Tahun 2011: 
Transportasi barang dengan menggunakan paling sedikit dua moda transportasi yang berbeda, atas dasar satu kontrak yang menggunakan dokumen transportasi multimoda, dari suatu tempat barang diterima oleh operator transportasi multimoda ke suatu tempat yang ditentukan untuk penerimaan barang tersebut.
Pengertian angkutan multimoda dalam PP ini mencakup beberapa unsur, yaitu:
1.angkutan barang dengan lebih dari 1 moda yang berbeda
2.dalam 1 dokumen kontrak
3.dari tempat diterimanya barang (point of origin)
4.ke suatu tempat yang ditentukan (point of destination)
5.cakupannya sejak diterima barang (consignor) sampai diserahkannya barang kepada penerima barang (consignee)
6.dilakukan oleh badan usaha angkutan multimoda (operator)
Yang penting juga diingat adalah bahwa dalam penyelenggaraan transportasi multimodal, sesuai yang disyaratkan oleh UU Nomor Tahun 2008 tentang Pelayaran, maka azas cabotage harus dipatuhi, dimana barang multimoda yang diangkut oleh badan usaha angkutan multimoda asing setelah tiba di simpul transportasi ekspor impor untuk angkutan lanjutan, wajib bekerjasama dengan badan usaha angkutan multimoda nasional yang ditunjuk sebagai agen/perwakilan.
Tujuan Multimoda
Mewujudkan pelayanan one stop service, dengan indikator single seamless service (S3) single operator, single tariff dan single document untuk angkutan yaitu barang.


Manfaat angkutan Multimoda
       Mengurangi waktu yang hilang pada transhipment point ;
       Mengangkut lebih cepat, menekan kerugian terhadap jarak, dan menghemat permodalan
       Mengurangi beban dokumentasi, formalitas dan birokrasi ;
       Menghemat biaya karena tarif rata-rata dan biaya asuransi turun ;
       Memerlukan satu agen saja sebagai penanggung jawab ;
       Menurunkan harga barang ekspor ;
       Meningkatkan daya saing barang ekspor di pasar global.
Kunci sukses angkutan Multimoda
       Tepat waktu
       Utuh bentuk/wujud
       Utuh jumlah
       Pelayanan yang baik
       Biaya kompetitif
       Kepercayaan
       Image
Contoh penerapan transportasi Multimoda di Indonesia

Keseluruhan kegiatan angkutan multimoda dapat disimpulkan sebagai berikut:
       Di pabrik/pergudangan, meliputi kegiatan pergudangan/warehousing. penyimpanan/inventory, sortasi, pengepakan, penandaan/marking, pengukuran, penimbangan, stuffing dan stripping.
       Pengangkutan ke/dari transshipment point, meliputi pengangkutan melalui angkutan jalan, perkeretaapian, kapal, pesawat dan kombinasinya, asuransi dan klaim asuransi.
       Transhipment point (stasiun, pelabuhan, bandar udara) berupa pergudangan/warehousing, bongkar/muat, tally, kepabeanan, karantina, stuffingstripping, pengurusan dokumen.
       Pengangkutan (main haul) melalui darat, kapal, kereta api atau pesawat terbang, mencakup asuransi dan klaim asuransi.
Untuk pengembangan angkutan multimoda, ada beberapa hal penting yang harus dilaksanakan, yaitu:
       Peningkatan keterpaduan jaringan prasarana
       Peningkatan keterpaduan jaringan pelayanan
       Peningkatan kualitas Badan Usaha Angkutan Multimoda (BUAM)
Peran Transportasi Multimoda dalam sistem Logistik
       Pertumbuhan angkutan barang dalam beberapa dekade belakangan ini luar biasa sehingga perlu dilakukan langkah-langkah untuk mengoptimasikan angkutan barang tersebut. Belum lama pemerintah memandang perlu untuk menerbitkan Peraturan Pemerintah No 8 Tahun 2011 tentang Angkutan Multimoda yang mengawinkan undang-undang subsektor Jalan, Perkeretaapian dan Laut. Peraturan pemerintah ini dikeluarkan untuk mendukung sistem logistik nasional
       Angkutan multimoda menjadi perhatian dunia dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat diseluruh pelosok dunia sehingga dipandang perlu untuk diatur oleh Persatuan Bangsa-bangsa dalam United Nations Convention on International Multimodal Transport of Goods.
       Peran angkutan multimoda semakin penting dengan adanya agenda integrasi sistem logistik ASEAN menuju kepada perwujudan pasar tunggal ASEAN. Integrasi sistem logistik ASEAN dan ASEAN Framework Agreement on Multimodal Transport menyiratkan adanya liberalisasi di bidang jasa angkutan multimoda di kawasan ASEAN yang pada akhirnya menuju kepada liberalisasi jasa pada tataran global General Agreements on Tariffs and Trade (GATT's).
Dokumen Multimoda
       Identifikasi barang (merek dan nomor);
       Sifat barang (barang berbahaya atau barang yang mudah rusak);
       Rincian barang jumlah dan bentuk kemasan berupa paket atau unit barang;
       Berat kotor atau jumlah barang;
       Ukuran barang;
       Keterangan lain yang dinyatakan oleh consignor/pengirim;
       Kondisi nyata barang;
       Nama dan tempat usaha badan usaha angkutan multimoda;
       Nama pengirim atau pengguna jasa;
       Penerima barang (consignee) jika disebut oleh pengirim;
       Tempat dan tanggal barang diterima oleh badan usaha angkutan   multimoda;
       Tempat penyerahan barang;
       Tanggal atau periode waktu penyerahan barang di tempat penyerahan barang sesuai dengan persetujuan para pihak;
       Pernyataan bahwa dokumen angkutan multimoda "dapat dinegosiasi" (negotiable) atau "tidak dapat dinegosiasi" (non negotiable)
       Tempat dan tanggal penerbitan dokumen angkutan multimoda;
       Tanda tangan dari penanggung jawab badan usaha angkutan multimoda atau orang yang diberi kuasa;
       Ongkos untuk setiap moda transportasi dan/atau total ongkos, mata uang yang digunakan, serta tempat pembayaran sesuai dengan persetujuan para pihak;
       Rute perjalanan dan moda transportasi yang digunakan, serta tempat transshipment apabila diketahui pada saat dokumen diterbitkan;
       Nama agen atau perwakilan yang akan melaksanakan penyerahan barang; dan 1. asuransi muatan.
Kegiatan sebagai Multimoda Transport Operator
       Bila barang dibawa dalam kontainer dan diangkut penuh atau full container loads ditawarkan oleh pembawa atau consignor, pengemas atau packing normalnya dilakukan oleh consignor atau freight forwarder atau agen lain yang bertindak atas nama nya, kontainer yang sudah diisi tersebut dibawa oleh consignor pada container yard yang digunakan oleh MTO. Beberapa MTO menyediakan sebuah tambahan pelayanan transportasi antara CFS dan tempat consignor untuk mengumpulkan muatan kontainer tersebut. Pelayanan tersebut juga dibuat tersedia juga pada tempat consignee pada kasus impor.
       pada kasus FCL, MTO tidak secara normal mengawasi kemasan tersebut, tetapi beberapa MTO memiliki penasehat pengemasan dalam organisasi Mereka yang tersedia bila ada permintaan consignor.
       Dalam kasus less than container loads LCL, container biasanya dikemas di bawah pengawasan dari MTO atau agen merka pada sebuah kelompok depot atau container freight station CFS dan membongkar kemasan di bawah pengawasan yang sama pada CFS dari negara tujuan. CFS tersebut biasanya dibuat berdekatan dengan sebuah tempat marshalling yard MY untuk melepaskan kontainer yang lokasinya berdekatan dengan kapal yang berlabuh yang dapat membawa kontainer lebih banyak. Tetapi bila mereka mengemas pada Depot dari sebuah freight forwarder, pengemasan boleh tidak dalam pengawasan oleh MTO yang men- treat loaded containers sebagai FCL cargoes.
       Penimbangan atau pengukuran dari cargo dilakukan oleh consignor atau agennya di bawah pengawasan dari MTO atau agennya