Saturday, October 12, 2019

ITL TRISAKTI

ALASAN MEMILIH KAMPUS ITL TRISAKTI


Saat saya ingin lulus SMA saya bingung mau melanjutkan kuliah dimana, melihat teman-teman yang ingin melanjutkan ke Perguruan Tinggi Negri (PTN), saya juga ingin melanjutkan kuliah di negri, pada saat itu saya direkomendasikan oleh ibu saya di UIN Jakarta. Namun ketika ada promosi kampus swasta ITL Trisakti menarik perhatian saya, karena pada saat itu dia menjelaskan tentang alamat kampus serta jurusan-jurusan yang ada di ITL Trisakti tersebut. Saya tertarik akan jurusan logistik tersebut, lalu saya bilang ke ibu saya kalau saya ingin melanjutkan kuliah di ITL Trisakti. Ibu saya mensetujui karena ITL Trisakti dibawah naungan yayasan Trisakti, dimana orang-orang mengenal Trisakti memiliki citra yang baik dikalangan kampus-kampus swasta lainnya. Dan jurusan yang saya pilih yaitu Manajemen Logistik & Material memiliki akreditasi A yang membuat saya mantap untuk memilih ITL Trisakti.

ALASAN MEMILIH JURUSAN MANAJEMEN LOGISTIK & MATERIAL

Alasan pertama saya memilih jurusan manajemen logistik & material adalah karena jurusan tersebut sangat sedikit di Indonesia, sehingga menurut saya saingan saya di dunia kerja nanti akan sedikit. Selain itu logistik mulai diperhatikan dan mulai dibutuhkan banyak tenaga ahli yang kompeten. Setiap perusahaan pasti memerlukan ahli logistik untuk mengatur, menyimpan, dan mendistribusikan produk barang atau jasa mereka sampai ke tangan konsumen. Indonesia menilai, biaya logistik di Indonesia yang mencapai 24% dari total  PDB atau senilai Rp 1.820 triliun per tahun merupakan biaya logistik paling tinggi di dunia. Melihat biaya logistik indonesia yang sangat tinggi ini merupakan tanggung jawab bagi para lulusan jurusan logistik untuk memajukan dunia logistik di Indonesia.

KEGIATAN YANG AKAN DI IKUTI

Sebelum masuk kampus ITL Trisakti saya telah mengikuti PPBN (Pelatihan Pendahuluan Bela Negara) yang dilakukan di Pusdikintel Kodiklatad Bogor. Dan untuk UKM yang saya ikuti, saat ini saya belum mengikuti UKM mana pun. Tapi dalam waktu dekat saya ingin mengikuti Mastrans Radio, karena saya sangat sering mendengarkan radio dan ingin tau penyiaran radio lebih dalam.

FOTO KEGIATAN PPBN



RENCANA KERJA SETELAH LULUS DARI ITL TRISAKTI

Setelah saya lulus saya ingin bekerja sesuai dengan bidang dan ilmu yang saya miliki. Salah satunya adalah perusahaan Swedia yang menjual perabot untuk rumah tangga yaitu IKEA, sayang ingin bekerja di IKEA sebagai orang logistik. Dan selai IKEA saya juga ingin bekerja di PT. Kamadjaja Logistics.

Wednesday, October 2, 2019

WAREHOUSE INBOUND




Perancangan Ulang Tata Letak Gudang Inbound
Menggunakan
Throughput Based Dedicated Storage
(Studi kasus : PT. JNE Cabang Y)
Oleh :
Ibnu Sina Syahdani, Lely Herlina, M. Adha Ilhami
Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Gudang inbound PT. JNE cabang Y berfungsi sebagai tempat penyimpanan paket dari luar kota ke suatu daerah dalam kota. Gudang inbound PT. JNE cabang Y saat ini telah menggunakan slot tetap. Hal tersebut dikarenakan jumlah paket yang ditujukan pada slot tersebut (yang dikarenakan paket dalam area antar dan menjadi tugas seorang kurir), harus ditempatkan pada slot yang ditujukan. Selain itu, aturan jumlah tumpukkan tidak dibatasi. Permasalahan pada penerapan metode tata letak ini ialah bahwa penempatan posisi slot tidak mepertimbangkan aktivitas, jumlah tumpukkan dan secara random. Permasalahan tersebut merupakan salah satu dari variasi dari metode Dedicated Storage, yaitu Part Number Sequence Storage. Hasil observasi menunjukkan bahwa terdapat beberapa aktivitas tinggi ditempatkan pada jarak yang besar atau jauh dari pintu input-output. Oleh karena itu, dampak yang terjadi adalah total jarak tempuh semakin besar dan material handling cost pun akan semakin besar.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghitung, dan membandingkan Material Handling Cost pada kondisi existing dan usulan. Perancangan ulang tata letak pada permasalahan ini adalah dengan Throughput Based Dedicated Storage, yaitu dengan mempertimbangkan aktivitas terbesar terhadap penempatan posisi slot,serta penerapan alat bantu untuk keberlanjutan perancangan. Hasil penelitian berdasarkan perhitungan adalah total jarak tempuh Material Handling pada kondisi existing adalah sebesar 7.261,28 meter. Material Handling Cost pada kondisi existing sebesar Rp. 943.965,75.Total jarak tempuh Material Handling dan Material Handling Cost pada kondisi usulan 1 sebesar 7.076,48 meter  dan Rp. 919.941,75 per hari. Sementara pada kondisi usulan 2 adalah 4.934,48 meter dan Rp. 641.481,75 per hari.Selisih total jarak tempuh Material Handling dan Material Handling Costexisting dengan usulan 1 adalah 184,8 meter dan Rp. 24.024,00 per hari. Selisih total jarak tempuh Material Handling dan Material Handling Costexisting dengan usulan 2 adalah 2.326,8 meter dan Rp. 302.484,00 per hari. Selisih total jarak tempuh Material Handling dan Material Handling Cost usulan 1 dengan usulan 2 adalah 2.142 meter dan Rp. 278.460,00 per hari

Perancangan tata letak fasilitas gudang merupakan suatu persoalan yang penting, karena pabrik atau industri akan beroperasi dalam jangka waktu yang lama, maka dari itu,kesalahan dalam menganalisis dan merencanakan layout akan menyebabkan kegiatan produksi berlangsung tidak efektif atau tidak efisien. Perencanaan tata letak gudang merupakan salah satu tahap perencanaan fasilitas yang bertujuan untuk mengembangkan suatu sistem produksi yang efisien dan efektif sehingga dapat tercapai suatu proses produksi dengan biaya yang paling ekonomis. Studi mengenai pengaturan tata letak fasilitas, termasuk gudang seringkali berkaitan dengan minimasi total cost. Yang termasuk dalam elemen-elemen cost yaitu construction cost, installation cost, material handling cost, production cost, safety cost, dan in-process storage cost (Apple, 1990).

Membahas tentang gudang, juga tidak terlepas dengan Material Handling, yang merupakan salah satu jenis transportasi (pengangkutan) baik peletakan maupun pengambilan, dan bertujuan memindahkan bahan baku, barang setengah jadi, atau barang jadi dari tempat asal ketempat tujuan yang telah ditetapkan. Kegiatan Material Handling adalah kegiatan tidak produktif, karena pada kegiatan ini bahan tidaklah mendapat perubahan bentuk atau perubahan nilai, sehingga sebaiknya industri-industri manufaktur maupun jasa mengurangi kegiatan yang tidak efektif dan mencari ongkos Material Handling terkecil. Menghilangkan transportasi tidaklah mungkin dilakukan, maka dari itu yang dapat dilakukan adalah hand off.Hand off yang dimaksud adalah menekan jumlah ongkos transportasi, mekanisasi atau meminimasi jarak (Wignjosoebroto, 2003).

Material handling cost harus dipertimbangkan. Karena material handling cost bergantung pada total jarak tempuh. Total jarak tempuh dipengaruhi oleh aktivitas yang terjadi pada masing-masing slot. Dalam suatu saat masalah penempatan menjadi hal penting pada saat menempatkan produk pada slotatau blok yang disesuaikan dengan kriteria. Dalam kasus ini kriteria yang diberikan adalah meminimasi fungsi jarak perjalanan yang ditempuh, pada saat menyimpan dan retrieveproduk yang telah ditempatkan.



















STUDI DESKRIPTIF AKTIVITAS INBOUND OUTBOUND LOGISTIK
PADA UD SUMBER BARU DI JEMBER
Oleh :
Junita Komara
Manajemen/Fakultas Bisnis dan Ekonomika Universitas Surabaya


Pada saat ini perusahaan bersaing untuk pengelolaan aliran produk dan informasi dengan berusaha mengolah produk dengan baik sejak dari pemilihan bahan baku hingga produk telah siap dikonsumsi. Hal tersebut dapat dicapai dengan menciptakan model-model baru dalam pengelolaan aliran produk dan informasi (Supply Chain Management). Banyak perusahaan-perusahaan ternama
di dunia yang telah sukses dalam mengimplementasikan konsep-konsep Supply Chain Management seperti P & G, Wal-Mart, Hawlet Packard, IBM, Chrysler, Dell Computers dan Sun Microsystem adalah sebagian nama-nama perusahaan besar yang telah sukses meraup keuntungan besar atas kesuksesannya mengimplementasikan konsep-konsep Supply Chain Management. Dalam manajemen rantai pasokan terdapat aktivitas logistik. Aktivitas logistik meliputi proses perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian aliran yang efisien dan efektif dari barang atau jasa dan informasi terkait mulai dari titik asal sampai titik penggunaan untuk memenuhi keperluan pelanggan. Kegiatan utama logistic meliputi pengadaan, penyimpanan, persediaan, pengangkutan, pergudangan, pengemasan, keamanan, dan penanganan barang dan jasa baik dalam bentuk bahan baku, barang antara, dan barang jadi. Peran logistic dalam mencapai “lebih murah” adalah proses rekayasa ulang logistik untuk mengurangi biaya antara lain dengan pengaturan kapasitas, skala ekonomi, logistik ramping, dan pengurangan persediaan. Kinerja logistik mengukur keandalan dalam menjalankan peran dalam perusahaan untuk meningkatkan persaingan global dalam penguasaan pangsa pasar (Lodding, 2005; Wiendahl, 2002).
Menurut Bowersox (2013), lima area yang akan digambarkan dalam aktivitas Inbound dan Outbound logistik yakni:
1. Order Processing
Order processing adalah aktivitas untuk pemenuhan pesanan. Proses Order processing atau fasilitasnya biasanya disebut dengan distribution centers. Order processing umumnya digunakan untuk mendeskripsikan proses atau aliran kerja yang berhubungan dengan pengambilan, pengemasan, dan pengiriman barang.
2. Inventory
Menurut Chopra & Meidl (2004), “ inventory adalah semua raw material, work in process, dan finish good dalam sebuah supply chain. Inventory ini ada karena adanya perbedaan antara jumlah permintaan dan penawaran, yang digunakan untuk memenuhi permintaan di masa yang akan datang.”
3. Transportation
Transportasi adalah area operasional dari logistik yang memindahkan dan meletakkan persediaan di berbagai poin lokasi. Transportasi merupakan hal yang penting dan membutuhkan biaya sehingga transportasi membutuhkan perhatian dari managerial.
4. Warehousing, Materials Handling and Packaging
Warehousing, Materials Handling and Packaging merupakan bagian terintegrasi dari area logistik. Heragu (2008) mendefinisikan bahwa pergudangan merupakan suatu aktivitas yang membutuhkan waktu, tetapi tidak memberikan nilai tambah pada produk. Hal ini karena proses di pergudangan membutuhkan waktu dan tenaga sehingga menimbulkan biaya.

5. Facility Network Design
Facility network design adalah sebuah struktur dari operasi logistik yang kompleks yang meliputi sejak dari penentuan jumlah stok di setiap area konsumen, penentuan inventory, penentuan lokasi, penentuan kebutuhan akan peralatan logistik, material handling, pergudangan, hingga memproses permintaan konsumen.

















USULAN PERBAIKAN JALUR INBOUND DAN OUTBOUND UNTUK MENGATASI ANTRIAN (QUEUE) DI GUDANG 2 PT. WXY MENGGUNAKAN PENDEKATAN TEORI ANTRIAN DAN METOD SIMUASI
Oleh :
Rahmatya Dwi Arini Rahadina, Dida Diah Damayanti, Budi Santosa
Program studi Teknik Industri, Fakultas Rekayasa Industri, Universitas Telkom


PT. WXY adalah perusahaan distribusi yang mendistribusikan makanan, alat kesehatan, obat dan cosmetic. Dalam proses pendistribusiannya barangnya terdapat masalah antrian pelayanan pada mobil perusahaan PT. WXY yang mengakibatkan waktu rata-rata mengantri sebesar 1.25 jam pada gudang 2 PT. WXY dan keterlambatan pengiriman. Setelah melakukan observasi didapat gejala awal adalah akibat kurangnya fasilitas pintu. Pada gudang 2 PT. WXY hanya terdapat 1 buah pintu yang melayani 2 pelayanan yaitu inbound dan outbound.
Usulan penelitian yang ditawarkan adalah dengan penambahan satu server pintu dengan perkiraan pembangunan sebesar Rp 9.275.600 hasilnya menunjukkan dengan penambahan satu server pintu mampu menaikkan volume keberangkatan mobil perusahaan yang sebelumnya berjumlah 11 mobil per hari menjadi 16 mobil per hari.
PT. WXY adalah salah satu perusahaan distribusi obat dan makanan dan kegiatan utamanya adalah mendistribusikan barang yang diberikan supplier untuk didistribusikan ke customer berdasarkan fungsi dan perusahaan yang menjadi supplier gudang PT WXY dipisahkan menjadi dua bagian yaitu untuk obat, makanan ringan, dan alat kesehatan serta susu disimpan di gudang satu yang mayoritas barang yang disimpan berasal dari Parma dan kalbe sedangkan kosmetik obat hewan dan santan disimpan di gudang 2 yang mayoritas barang yang disimpan berasal dari PT CHB dan Veteriner.
Setelah melakukan pemodelan menggunakan aplikasi simulasi promodel dengan melakukan pemodelan dan penambahan satu server pintu pada gudang 2 menjadikan total pintu gudang menjadi 4 pintu memiliki peningkatan sebesar 45% sehingga 16 unit mobil perusahaan yang berhasil mendistribusikan per hari.












PENGEMBANGAN ORDER MANAGEMENT SYSTEM UNTUK MENDUKUNG PERBAIKAN PROSES BISNIS PENGELOLAAN PEMESANAN JASA INBOUND DAN OUTBOUND GUDANG DISERTAI AUDIT SYSTEM DEVELOPMENT LIFE CYCLE GUNA MENANGGULANGI RISIKO PENGEMBANGAN SISTEM
Oleh :
Budi Santosa, Rudi Theo Satrio Y, Jerrystama Abipradja, Dinda Sekar Putri
Program Studi Teknik Industri, Fakultas Rekayasa Industri, Telkom University
Link :
PT XYZ sebagai salah satu perusahaan yang bergerak di bidang jasa logistik. Dalam menjalankan layanan pergudangan, terdapat beberapa aktivitas yang terjadi seperti inbound dan outbound. Inbound adalah aktivitas masuknya barang ke gudang. Sedangkan outbound adalah aktivitas keluarnya barang dari gudang. Salah satu perusahaan yang menggunakan layanan pergudangan dari PT XYZ adalah PT DEF. PT DEF adalah salah satu perusahaan yang bergerak di bidang distribusi import barang. PT XYZ menyediakan layanan pergudangan untuk PT DEF yang terdiri dari pengelolaan barang, penyimpanan barang, perawatan barang, dan pengiriman barang. Dalam proses inbound dan outbound terdiri beberapa dokumen yang semuanya dikelola oleh PT XYZ, sehingga PT DEF hanya melakukan pelaporan ketika barang baru akan memasuki gudang (purchase order) dan ketika barang akan keluar gudang (sales order) melalui email, selain aktivitas tersebut, semuanya dikelola oleh PT XYZ. Presentase keterlambatan pelaporan dokumen PT DEF oleh PT XYZ pada bulan April adalah 5%. Hal ini mengindikasikan bahwa PT XYZ belum dapat memenuhi KPI yang telah ditetapkan. Dengan semakin tingginya tingkat keterlambatan pelaporan dokumen akan keterlambatan pengiriman, akan berdampak kepada menurunnya performansi terhadap service level yang ada.
Ketidak teraturan pengelolaan order pemesanan yang ada disebabkan oleh tiga faktor, yaitu :

      Faktor Manusia, kedisiplinan operator dan kurang pahamnya operator dilapangan alur proses yang ada menjadi penyebab yang pertama
      Metode yang digunakan, Penyebab yang kedua adalah metode pelaporan yang ada masih menggunakan cara yang tradisional yaitu masih melibatkan dokumen fisik. Selain itu tidak adanya metode yang baku mengenai cara pelaporan barang, menjadi salah satu penyebab terlambatnya proses pelaporan dokumen.
      Mesin, Penyebab ketiga adalah sistem jaringan komunikasi internet yang tidak stabil menyebabkan keterlambatan sampainya data ke kantor PT XYZ dan mesin printer yang digunakan juga mengalami kerusakan sehingga penghambat ketika melakukan pencetakan dokumen.
Order Management System(OMS). OMS berfungi untuk mengelola segala aktivitas yang berhubungan dengan order yang diterima oleh PT XYZ. Dengan OMS, pengelolaan orderakan menjadi lebih teratur, rapi dan terorganisasi dengan baik, sehingga mengurangi risiko kesalahan dan keterlambatan waktu dalam proses inbound dan outbound. Manfaat-manfaat yang akan diperoleh dengan penggunaan OMS :
1.     Meminimalisir Aktivitas Non-Value Added (NVA). OMS mengurangi aktivitas yang tidak memberikan nilai tambah yang menyebabkan waktu pengelolaan pesanan menjadi lama. Contohnya adalah pengecekan kedatangan pesanan atau dokumen yang tidak teratur, pengiriman informasi pesanan yang tidak terformat.
2.     Pemantauan status pesanan terkini. Fitur order monitoring yang diberikan oleh sistem, memungkinkan pengguna untuk mendapatkan informasi mengenai status pesanan secara terkini.
3.     Pengelolaan pesanan yang baik. Semua pesanan (inbound dan outbound) dalam satu hari termuara di dalam satu job order, sehingga pengguna yang berkepentingan dapat dengan mudah melakukan perekapan pesanan.
4.     Mengurangi penggunaan kertas. Dengan digunakannya OMS akan berakibat pada pengurangan aktivitas pencetakan dokumen fisik menggunakan kertas, sehingga efisiensi biaya dapat diperoleh.